Blog

Renungan dibalik meninggalnya Khadafi

Kemarin saya dikejutkan oleh berita yang saya baca di www.detik.com tentang gugurnya seorang mantan penguasa Libya, Muammar Khadafi atau yg sering juga disebut Muammar Gaddafi yang tewas ditembak di kota kelahirannya.
Satu yang menarik perhatian saya tentang peristiwa Gaddafi tersebut bukanlah tentang bagaimana ia meninggal, melainkan apa yang dilakukan orang banyak saat mendengar bahwa ia meninggal.
Saya berpikir, semua orang pada akhirnya pasti meninggal, dan saat waktu tersebut tiba apakah yang akan terjadi? Tangisan atau tarian yang terdengar? Apakah tangisan berarti baik? Apakah tarian pada saat seseorang meninggal adalah sebuah penghinaan dan pelecehan?
Ramai sekali saya baca komentar tentang artikel di detik.com tersebut, ada yang pro, ada yang belasungkawa, ada yang sedih, ada yang marah, puas, tertawa, mengejek dan lainnya namun saya belum menemukan komentar yang mengintisarikan pengalaman baik yang bisa kita petik untuk kehidupan baik orang – orang lain.
Its not about what happen to his life and death, its about what we can learn from that situation.
Dalam hidup anda mungkin anda pernah mengecewakan menyakiti perasaan orang lain sengaja atau tidak sengaja dan tentu saja anda pernah memberikan manfaat yang membuat orang lain menjadi lebih baik
Mana lebih banyak dalam hidup kita? Pantaskan kita disanjung atau lebih pantas dicerca?
You answer it !!!

This Post Has 0 Comments

Leave A Reply